Tan Malaka Yang Terlupakan

Siapa sih Tan Malaka ?
Seorang Pahlawan-kah ?
kok dibuku-buku Sejarah tidak disebut namanya ?

Jujur, saya juga tidak pernah mendengar namanya ( apa karena saya tidak peduli sejarah ya ? ). Saya pertama kali tau tentang beliau, pada waktu mensearch kata Malaka di Google. Lumayan banyak juga data tentang seorang Tan Malaka. Beliau termasuk sosok penting dalam merdekanya Bangsa Indonesia selain Sang Proklamator, Soekarno - Hatta.

Berikut sekilas tentang Tan Malaka..



Tan Malaka atau Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatra Barat, 2 Juni 1897 - wafat Jawa Timur, 21 Februari 1949) adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin komunis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba.

Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan komunis, ia juga sering terlibat konflik dengan kepemimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tan Malaka adalah contoh pemimpin yang berjuang dan melahirkan gagasan bernas untuk kesejahteraan bangsa tanpa pamrih. Secara sosiologis, Tan Malaka bukanlah seorang komunis, tetapi perantau yang telah dibekali dasar keislaman yang kuat dari alam Minangkabau.

Ketidaksetujuan Tan Malaka terhadap pemberontakan Silungkang (1927) dan pemberontakan Banten (1926)— yang sesungguhnya adalah gerakan pemuda Kiri-Islam bercampur dengan unsur PKI — menunjukkan Tan Malaka sebenarnya lebih rasional dan bukanlah bagian dari PKI, sebagaimana yang dituduhkan Pemerintah Hindia Belanda.

salah satu karya fenomenal dari Tan Malaka adalah MADILOG.

dalam buku Madilog (Materialisme-Dialektika-Logika). Katanya, logika dan dialektika bergantung pada materialisme, sebaliknya materialisme bersangkut paut dengan dialektika dan logika. Untuk lebih tahu tentang Madilog silahkan klik ini

Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan penahanan oleh penguasa Belanda dan sekutu-sekutu mereka. Walaupun secara jelas disingkirkan, Tan Malaka dapat memainkan peran intelektual penting dalam membangun jaringan gerakan komunis internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia Tenggara.

Ia dinyatakan sebagai "Pahlawan revolusi nasional" melalui ketetapan parlemen dalam sebuah undang-undang tahun 1963. Status tersebut, tidak pernah dicabut namun kemudian ia dipinggirkan pada era Orde Baru. Secuil bukti, Tan Malaka dihilangkan dari buku pelajaran dan album pahlawan nasional.

Lalu, dimanakah sebenarnya makam Tan Malaka ? Bagaimana dia meninggal ?

menurut penulis biografi Tan Malaka, Harry A. Poeze yang merupakan direktur penerbitan Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) atau Lembaga Kerajaan Belanda Mengenai Pengkajian Asia Tenggara dan Karibia, mengatakan dirinya akan segera menerbitkan buku yang memuat fakta-fakta kematian Tan Malaka.

Dalam buku tersebut ia akan memuat versi cerita kematian yang menurutnya benar serta sekitar 20 halaman versi yang dinilainya tidak benar karena tidak berdasarkan dokumen yang kuat. "Saya percaya versi saya 99,99 persen benar," ujarnya.

Pemerintah, harus segera menindaklanjuti temuan tiga titik di Jawa Timur yang diduga sebagai lokasi makam Tan Malaka dan merehabilitasi status pahlawan nasional Tan Malaka.

Banyak cara untuk merehabilitasi nama Tan Malaka, seperti memasukkan namanya kembali pada buku pelajaran sejarah. Bukankah Bangsa yang besar adalah menghargai jasa para pahlawannya ?

Menurut Zulhasril Nasir Guru Besar UI, Sejarah telah membuktikan, era Soekarno tanpa/sedikit modal asing, era Soeharto perekonomian dikuasai ”keluarga” dan kapitalis konco (ersatz capitalism), dan era setelah reformasi ekonomi serta bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dijual dan dikuasai modal asing.

Rakyat di mana? Pikiran-pikiran Tan Malaka tetap masih relevan untuk dirujuk kembali para pemimpin kita.


sumber : Wikipedia, Tempo, KOMPAS



47 Komentar:

emfajar said...

Pertamax dlu baru baca..

emfajar said...

gw juga pernah baca dikit buku yang bahas beliau.. pemikirannya emank keren tapi dia dianggap penganut paham komunis oleh orde baru..

monyetgaul said...

wah sayah ga tau sejarah... *ketauan nilai sejarahnya jelek*

tapi lumayan lah sayah jadi tau ada pahlawan lagi hehe

namaku wendy said...

seandainya aja ada tan malaka masa kini yah *berandai-andai*

thegands said...

iya neh. aku baru tahu.. kok gak pernah yah disinggung dalam sejarah?

laporan said...

Tidak dapat dipungkiri pak Panda, bahwa banyak orang Indonesia tidak banyak mengenal Tan Malaka karena memang pemangkasan secara sengaja profile dan peran beliau pada saat merintis negara Indonesia. Tan Malaka sebagai contoh. Kita juga lupa bahwa peran PKI sangat besar dalam perjuangan RI. Namun yang banyak diinformasikan adalah keburukan, dan menghapus kontribusi yang mereka berikan pada bangsa ini. Sudah tiba waktunya untuk mewartakan apa yang sesungguhnya.

sapimoto said...

Wah, saya juga belum pernah dengar nama tersebut, baru tahu ya baca di blog ini... :)
Selamat mencari referensi, untuk mengumpulkan sejarah yang berhamburan... :)

hakimtea said...

Betul pak saya juga baru mendengar disini malah Tan Malaka... mmhhh, padahal saya jurusan sejarah :D mungkin karena sejarahnya beda :)

enhal said...

Tan Malaka adalah salah satu inspirasi pola berpikir saya, TAN MALAKA adalah salah satu pahlawan dari sekian pahlawan yang terlupakan..TAN MALAKA mampu mendesign ekonomi persatuan namun sayang tidak dipakai.

pencuri kode said...

wah iya ya ko tan malaka ga pernah dibahas....tapi kayaknya waktu SD pernah deh soalnya saya tahu nya waktu SD

masenchipz said...

gimana kalo biaya rehabilitasi itu dipake dulu buat yg kena lumpur sidoarjo? kan kasihan mereka... ya emang menindaklanjuti penemuan bersejarah itu penting... tapi menurut gw pentingan rakyat yg lagi susah dech... he..he... btw gud masukan buat pemda setempat... gud abiz

Awan_cLicK3rz said...

Tan Malaka & Partai Murba?
saya baru mendengar nya, dan membaca nya disini..nasionalis sekali !!!

rasanya ketagihan juga, sapa seeh ni orang, tak tanya lebih jauh ke mbah google ah.


::cHao::

trendy said...

sedih ya kalo kita udah merasa berjasa dalam kemerdekaan tapi nggak diingat oleh para generasinya!

Tony said...

aku sering dengar nama beliau tapi kurang mengenal beliau..lewat postingannya ini jadi tahu lebih banyak tentang beliau..thanks :)

orangndut said...

Makasih mas atas artikelnya, berkat postingan mas ini tanda tanya besar saya akan seorang Tan Malaka ini bisa terjawab juga.

Mike.... said...

dah sering dengar ttg tan malaka,dulu kukira dia itu hidup di jaman kerajaan2 majapahit gtu..hahahaha..

Lyla said...

hehehe sama nih.. aku jg baru tau skrg sejarahnya Tan Malaka

bocahiseng said...

wahh saya baru tau sejarahnya tan malaka mantap mass

blogspot said...

mungkin karena dia berpaham kekirian, dan kalau ngga salah dia di bunuh-nya oleh dua orang jendral.. dan yg saya tahu dia adalah tokoh pergerakan yg ada di belakang layar... emang betul kita harus mengali terus sejarah orang ini..

firdaus.a said...

sejarah memang banyak yang terkubur. tapi ada yang bukan terkubur.. tapi "sengaja" dikubur..

Anonymous said...

namanya PKI tetep PKI bung!!! BASMI!!!

Oeoes said...

wah tan malaka ya, kok aku baru tahu ya, payah penerus bangsa yang tidak tahu tentang pahlwannya

Kristina Dian Safitry said...

informasi menariiik...ayo tariiik...

acy said...

tan malaka setahu gue sich sosok orang yang hebat dengan segala pemikirannya :)

iwan said...

Assalammu'alaikum....
Tan Malaka???jujur mungkin sama seperti kebanyakan yang laen q juga baru kali ni denger nama pahlawan revolusi yang satu ini.

balidreamhome said...

kasian juga pahlawan yang satu ini, dia tenggelam dalam perjuangannya sementara banyak orang yang tidak tahu bahwa sebenarnya dia juga salah satu tokoh kunci dari perjalananan angsa ini !!

Anang said...

kenal di buku pelajaran aja dulu

Manik said...

Sosok Pahlawan yg tenggelam karena di tuduh sebagai pengikut paham Komunis..

ck..ckk.ck... Hidup Indonesia..!!

Rofi said...

salam khazanah indonesia bro.. salut nih gw ma artikel ini..
yg gw tau tan malaka termasuk org yg di sinkirkan bro gerakannya, karna di anggap bersekutu dengan PKI... padahal pandagan2 beliau terhadap gagasan indonesia tidak diragukan lagi dan memberi kontribusi terhadap kemerdekaan kita.
merdeka bro.. selamat HUT RI 63 Tahun..

ziq said...

tan malaka...hampir di akui oleh pemerintah sekrang..hampir aja, msih belum di akui pahlawan...

Elys Welt said...

aku juga belum pernah dengar ttg Tan Malaka, baru tahu dr postingan ini

makasih ya dah mampir ke blogku

uwiuw said...

wow kayaknya tan malaka termasuk tokoh yg terlupakan yah. sy tidak ingat jasa dia kecuali kalau dia dimasukkan dalam barisan 'ekstrimis'...atau sy yg salah soal ini :)

Blogger Addicter said...

wah yang ini saya bener2 ga tau deh pahlawan yang satu ini..samar2 aja denger namanya..kayanya pernah denger di televisi..tapi bagus ini infonya..nambah khasanah dan wawasan pula..salut..:)

Roe said...

dia bukan di lupakan, tapi sengaja dilupakan.!

okey bung, saya termasuk fans berat dia dalam hal wacana revolusi. dia hanya terkenal di kalangan aktifis, apalagi yang rada2 kiri. he..he..

salam kenal bung.

Roe said...

mayat Tan MAlaka memang gak pernah di temukan, karena katanya dia ikut perang gerilya waktu terjadinya perundingan lingarjati. konon mayatnya di buang di sungai Brantas untuk menghilangkan jejak beliau.

wendra wijaya said...

Wah, saya baru tahu sama sosok ini.. trims infonya..

Tigis said...

gue sering denger dulu jaman sekolah. Tp males buat cari tau dia itu siapa hehe

gus saja kok said...

sekedar nambah info, seingat saya dia tokoh diantara trio minang: Hatta,Syahrir dan Malaka yang masih mampu menghafal alqur'an. lainnya tidak.
Kedua, pelarian tanpa henti tokoh ini, yang melintasi belasan negara mengingatkan saya akan che guevara. saya menduga tokoh ini melebihi guevara dari bbrp segi.
bahkan wakil atau konsul komintern (jaringan komunis internasional) untuk asia pasifik ini membantah tesis marx dan lemimisme dalam rapat besar kominterin di moskow. dan menyatakan walk out soal penerapan revolusi di indonesia.Imilah yang membuat dia bersebarangan bukan hanya dengan petinggi di CC PKI saat itu. tapi juga berbeda secara diametrikal dengan tokoh kiri-islam semaun
Jadi siapakah dia?
saya kira dialah yang sebenar-benar che. Krnanya, sy lebih suka menyebut Che Guevara sebagai Tan malaka kecil. sebaigamana org menyebut mahathir Muhammad dengan Sukarno kecil.

Benny said...

kok gw baru tau ya sama tokoh yg satu ini...

thank ya bro infonya..

W|zNu said...

wah, aku baru tau bahwa ada seorang Tan Malaka. Soalnya pas sekloa dulu gak pernah di kasi tau see. Hahaha. Mungkin masi banyak para pahlawan yg gak kita tau. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai jasa para pahlwan tersebut.

monsterikan said...

eru itu orang .. jaman kuliah sempet baca pemikiran2 dia.

Sang Lintang Lanang said...

sejarah yang sebenar2nya sejarah hanya mungkin dipahami oleh pelakunya sendiri. sementara yang tertulis di buku2 sejarah, kadangkala hanyalah hasil kesepakatan-kesepakatan beberapa pihak yang menyimpan tendensi tertentu.

sekedar informasi, majalah Tempo edisi khusus kemerdekaan sedang membahas tentang Tan Malaka. Mungkin berguna bagi yang menginginkan info tambahan.

Kang Boim said...

kematian tan malaka memang msh menjadi misteri sampai saat ini...byk sumber yang menceritakan...tp sebenarnya mana yang mbenar ????

Ulie Azhar said...

Idem *blushing*

Blom pernah denger ada pahlawan yg namanya Tan Malaka. Dulu gak tertarik soal sejarah soale harus banyak ngapalin sih hehe..

Makasih ya pak, blognya kasi gw ilmu nih!

Hatur nuhun..

andreas iswinarto said...

Buku Perang Tan Malaka dan Che Guevara

semoga bermanfaat..

Ketika memperingati sewindu hilangnya Tan Malaka pada 19 Februari 1957, Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal Abdul Haris Nasution mengatakan pikiran Tan dalam Kongres Persatuan Perjuangan dan pada buku Gerpolek (Gerilya Politik Ekonomi) menyuburkan ide perang rakyat semesta. Perang rakyat semesta ini, menurut Nasution, sukses ketika rakyat melawan dua kali agresi Belanda. Terlepas dari pandangan politik, ia berkata, Tan harus dicatat sebagai tokoh ilmu militer Indonesia.
(sumber Tempo)

Dalam bentuk tanya jawab Tan Malaka di dalam bukunya Gerpolek menjelaskan itu secara gamblang. Menurut Malaka GERPOLEK adalah perpaduan (Persatuan) dari suku pertama dari tiga perkataan, ialah Gerilya, Politik, dan Ekonomi. Lebih lanjut dalam bentuk tanya jawab Malaka menjelaskan sbb :

Apakah gunanya GERPOLEK?

GERPOLEK adalah senjata seorang Sang Gerillya buat membela PROKLAMASI 17 Agustus dan melaksanakan Kemerdekaan 100 % yang sekarang sudah merosot ke bawah 10 % itu!

Siapakah konon SANG GERILYA itu?

SANG GERILYA, adalah seorang Putera/Puteri, seorang Pemuda/Pemudi, seorang Murba/Murbi Indonesia, yang taat-setia kepada PROKLAMASI dan KEMERDEKAAN 100 % dengan menghancurkan SIAPA SAJA yang memusuhi Proklamasi serta kemerdekaan 100 %.
SANG GERILYA, tiadalah pula menghiraukan lamanya tempoh buat berjuang! Walaupun perjuangan akan membutuhkan seumur hidupnya, Sang Gerilya dengan tabah-berani, serta dengan tekad bergembira, melakukan kewajibannya. Yang dapat mengakhiri perjuangannya hanyalah tercapainya kemerdekaan 100 %.

SANG GERILYA, tiadalah pula akan berkecil hati karena bersenjatakan sederhana menghadapi musuh bersenjatakan serba lengkap. Dengan mengemudikan TAKTIK GERILYA, Politik dan Ekonomi, tegasnya dengan mempergunakan GERPOLEK, maka SANG GERILYA merasa HIDUP BERBAHAGIA, bertempur-terus-menerus, dengan hati yang tak dapat dipatahkan oleh musim, musuh ataupun maut.

Seperti Sang Anoman percaya, bahwa kodrat dan akalnya akan sanggup membinasakan Dasamuka, demikianlah pula SANG GERILYA percaya, bahwa GERPOLEK akan sanggup memperoleh kemenangan terakhir atas kapitalisme-imperialisme.

-------------

Selain berhubungan cukup erat dengan Panglima Sudirman pimpinan gerilyawan yang tangguh (bahkan Adam Malik menyebutnya Dwitunggal), sebenarnya Tan Malaka pernah terlibat langsung dalam medan perang gerilya menjelang kematiannya. Silahkan baca liputan Tempo Persinggahan Terakhir Lelaki dan bukunya serta Misteri Mayor Psikopat. Sehingga sebenarnya lengkaplah Tan Malaka yang berperang dengan kata, organisasi, juga 'perang senjata'. Atau bisa dikatakan Gerpolek bukan hanya teori baginya, tetapi juga sebuah praktek perjuangan yang dilakukannya.

Dalam konteks ini saya setuju dengan ketika Harry Poeze mempersandingkan Tan Malaka dan Che Guevara. Walau saya agak terganggu ketika Poeze mengatakan Tan Malaka adalah Che Guevara Asia. Bagi saya Tan Malaka adalah Tan Malaka, Che Guevara adalah Che Guevara.


Sekedar memperbandingkan buku perang Gerpolek dan Esensi Perang Gerilya yang dituliskan oleh Che Guevara, saya kutipkan bagian tulisan Che Guevara tersebut

"Perang Gerilya, sebagai inti perjuangan pembebasan rakyat, mempunyai bermacam-macam karakteristik, segi yang berbeda-beda, meskipun hakekatnya adalah masalah pembebasan. Sudah menjadi kelaziman--dan berbagai penulis tentang hal ini menyatkannya berulang-ulang---bahwa perang memiliki hukum ilmiah soal tahap-tahapnya yang pasti; siapapun yang menafikannya akan mengalami kekalahan. Perang gerilya sebagai sebuah fase dari perang tunduk dibawah hukum-hukum ini; tapi disamping itu, karena aspek khususnya, sudah menjadi hukum yang tak hukum yang tak terbantahkan dan harus diakui kalau mau mnedorongnya lebih maju. Meskipun kondisi sosial dan geografis masing-masing daerah (country) menentukan corak atau bentuk-bentuk khusus suatu perang gerilya, tapi ada hukum umum yang harus dipatuhi jenis tersebut.

Tugas kita kali ini adalah menggali dasar-dasar perjuangan dari jenis (corak) ini, aturan-aturan yang harus di ikuti oleh rakyat yang berupaya membebaskan diri, mengembangkan teori atas dasar fakta-fakta, menggeneralisasikan dan memberikan struktur atas pengalaman tersebut agar bermanfaat bagi rakyat lainya.

Pertama kali adalah menetapkan : siapakah pejuang dalam perang gerilya ? Disatu sisi ada kelompok penindas dan agen-agennya, tentara profesional (yang terlatih dan berdisiplin baik), yang dalam beberapa kasus dapat diperhitungkan atas dukungan luas dari kelompok-kelompok kecil dari birokrat, para abdi kelompok penindas tersebut. Disisi lain ada populasi bangsa atau kawasan yang terlibat. Adalah penting menekankan merupakan sebuah perjuangan massa, perjuangan rakyat. Gerilya, sebagai sebuah nukleus bersenjata, merupakan pelopor perjuangan rakyat, dan kekuatan terbesar mereka berakar dalam massa rakyat. Gerilya hendaknya tidak dipandang sebagai inferior secara jumlah dibanding tentara yang ia perangi, meskipun kekuatan persenjataannya mungkin inferior. Itulah sebabnya mengapa perang gerilya mulai bekerja ketika kau memiliki dukungan mayoritas, sekalipun memiliki sejumlah kecil persenjataan yang dengan itu kau mempertahankan diri melawan penindas.

Oleh karena itu pejuang gerilya mendasarkan diri sepenuhnya pada dukungan rakyat di suatu area. Ini mutlak sangat diperlukan. Dan di sini dapat dilihat secara jelas dengan mengambil contoh kelompok-kelompok bandit yang bekerja di suatu daerah. Mereka memiliki semua karakteristik dari sebuah tentara gerilya : Homogenitas, patuh pada pemimpin, pemberani, pengetahuan tentang lapangan dan seringkali bahkan memiliki pemahaman lengkap tentang taktik yang harus digunakan. Satu-satunya kekurangan mereka adalah tidak adanya dukungan dari rakyat, dan tidak terhindari lagi kelompok-kelompok bandit itu ditangkap atau dihancurkan oleh kekuatan pemerintah."

---------
Akhir kata silahkan membaca lebih jauh Gerpolek, Massa Aksi dan buku-buku Tan Malaka lainnya untuk mengerti lebih jauh perkakas perjuangan rakyat yang digagas dan dipraktekannya, juga silah tengok lebih lanjut buku-buku Che Guevara yang sudah cukup banyak beredar di pasaran atau silah kunjung tulisan Che Guevara Online

Salam Pembebasan

Andreas Iswinarto


untuk link tentang tan malaka dan che Guevara silah akses Buku Perang Tan Malaka dan Che.

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/buku-perang-tan-malaka-dan-che-guevara.html

atau

Untuk 34 artikel-opini (edisi khusus Tempo) dan 13 buku online Tan Malaka silah kunjung Tan Malaka : Bapak Republik Revolusi Merdeka 100 Persen
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/tan-malaka-bapak-republik-revolusi.html

Panda Lane Memory said...

@ andreas iswinarto : makasih broth

benda bertuah said...

sangat miris sekali..seorang yang harus nya di kenang jasa nya ,sekarang di lupakan....semoga tulisan ini membantu mengenang sang pahlawan tan malaka...salut

Post a Comment

..mana ada perlawanan tanpa keringat, mana bisa kemenangan tanpa semangat, mana ada keberhasilan dalam waktu singkat, jangan ada persaingan yang gak sehat..

REBUT!jangan di diamkan saja. REBUT! kejar dan jangan diam saja.

Peace Love Unity Respect

Thanks to Dicas Blogger I Panda since 31 Mei 2008 I Login

Kembali ke ATAS