Native Speaker, Requirement or Prestige ?

Memasuki era globalisasi, siswa dituntut menguasai bahasa asing. Kondisi itu dimaksimalkan oleh sekolah dengan serius mengajarkan bahasa asing. Salah satunya dengan mendatangkan native speaker atau penutur bahasa asing yang berasal dari negara asal bahasa tersebut.

Keberadaan native speaker dalam dunia pendidikan dianggap lebih efektif daripada guru lokal karena memiliki metode pembelajaran. Kehadiran mereka akan membantu siswa berconversation karena siswa dapat bertemu langsung dengan orang – orang yang asli dari negara bahasa asing tersebut. Singkatnya, native speaker akan memudahkan siswa dalam belajar bahasa asing.

Banyak sisi positif dari keberadaan native speaker yakni sekolah bisa menambah wawasan tentang kultur negara native speaker tersebut sekaligus mencari pengalaman dalam proses mengajar. Mengadopsi cara mengajar yang baik dan cocok buat siswa dalam pembelajaran bahasa asing juga menjadi pembanding cara mengajar yang baik.

Keputusan sekolah untuk mendatangkan native speaker merupakan syarat pendukung dalam upaya sekolah mendapatkan status Sekolah Bertaraf Internasional ( SBI ). Untuk dapat menjadi SBI, sekolah harus membuka kelas internasional yang memakai kurikulum berbasis internasional.

Namun sekolah juga musti waspada, karena segala sesuatu pasti ada positif dan negatifnya. Kelemahan dari keberadaan native speaker adalah kemungkinan adanya doktrin – doktrin ideologi yang dibawa oleh para native speaker. Hendaknya pihak sekolah membentengi nasionalisme siswa agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.


45 Komentar:

ipanks said...

kok kayanya lagi nembak sesuatu yap om :D

ernut said...

tetap waspada itu perlu!

ulan said...

mmmm... jadi bahan pertimbangan juga itu ya mas..

galih said...

yang pasti kembali lagi kepada murid-muridnya sendiri....

Anang said...

bayarnya pake dollar?

Tony said...

hohoho ga ngerti lagi dunia skul sejak cerai dari skul dari 8 taon lalu :D

nirmana said...

pengen komentar..tapi sayang aku dulu ga sekolah jadi ga kenal natip speker, ga tau kayak apa sih orangnya?

faris_antoni said...

tapi bagai mana dengan guru bahasa asing untuk yang lokal kasian gaada lagi jop
salam kenal copas blog

marsudiyanto said...

Kalau menurut saya, di negara kita masih perlu karena SDM lokal belum banyak, itupun dengan kualitas yg belon maksimal.

monyetgaul said...

disekolah2 swasta sih dah banyak yg datengin tp yg negeri jarang

ifat said...

bahasa asing yah???

klo menurutku segh bhs indonesianya aja di benahin dulu, cz kita skrang seperti kehilangan jati diri bangsa...

Anthony Harman said...

Jadi inget, ternyata saya masih belom bisa bahasa Inggris neh

norjik said...

di indonesia ada tmpt kursus bhs Inggris, Jepang, Mandarin, Jerman, Perancis dll. Kl di luaran ada gk kursusan Bhs Indonesia. Barangkali bahasa yg wajib di pelajarin itu adalah bahasa dari bangsa Tajir hik's... lha iya tho ? soalnya jarang di temui kursus bahasa dari negara-negara miskin :d

Endonezya said...

Hendaknya pihak sekolah membentengi nasionalisme siswa agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. saya setuju ama ini kalimat

- s L i K e R s - said...

Yang pasti penting banget tuh bahasa inggris.... Saya menyesal B. Inggris saya kurang, sehingga gak jarang gagal dalam interview in English, hix hix... :(

Kios Info said...

membentengi tapi jangan ampe kuper dan ketinggalan infomrasi

BloGendeng said...

kalo bahasa international kita harus menguasai dengan baik ( halah koyok pinter pintero ae) hehe

audy said...

iyaah kayanya native speaker perlu d, kan kita2 jadi kebiasaan denger conversation yang sesuai aslinya...ntar lama2 juga bisa ngikutin ngomong yang bener....gitu d...

Kristina Dian Safitry said...

jadi ingat sebelum saya diberangkatkan kenegara ini. harus ngikutin tes pake natip spiker selama 2 minggu..

fauzan said...

yup kita gak boleh kehilangan nasionalisme kita

nita said...

kebetulan selama diajar sama native di jakarta saya malah mendapat indoktrinasi yg bagus seperti menghargai waktu/disiplin; menghargai pendapat orang lain; berani mengemukakan pendapat dan ide; hubungan guru-murid seperti teman meski tetap saling menghormati. banyak hal yg tak saya dapatkan di guru2 lokal yg cenderung agak feodal dan sensitif (apalagi kalo dibantah)

ekomadjid said...

Kita harus berfikir positif aja bhwa native emang diperlukan untuk menuju era globalisasi...

awi said...

iya yg ditakutin dr native speaker itu doang
takut mereka menanamkan ideologi tertentu
yg mengganggu nasionalisme anak didik

ifoell said...

bahan referensi yg mantap nih..
smoga dunia pendidikan bisa lebih memahami hal ini...

omiyan said...

orang kita juga dah ok ok

Gelandangan said...

mmmmm sekolah tidak akan bertaraf internasional kalau tidak Akses pada penyandang cacat :D

- s L i K e R s - said...

Ada yg mau ajarin saya inggris? :D

mascayo said...

belajar sama native speaker memang ada bagusnya. minimal membiasakan telinga dengan culture bahasa nya. asal jangan ikut ikutan begaya bule aja yaa ..

sapimoto said...

Pastinya hal-hal seperti itu juga sudah terpikirkan oleh para pengajar lokal, sehingga juga akan terus dilakukan pengawasan terhadap sang pengajar dari luar tersebut...

wi3nd said...

di tempat kursusQ didatan9kan native speaker ju9a..

itu ter9antun9 dari kitanya kok maz..

Septian said...

Duh..jadi pengen ngerasain neh diajar dengan cara seperti itu..udah bosan sama pengajar lokal..huehuehue

waw said...

penting bgt tuh.. nyesel ga dr dulu belajar bhs asing :(

afwan auliyar said...

wew... nasionalis sekali euy :)

Lyla said...

betul jgn sampe native speaker membawa hal negatif bagi bangsa indonesia.

herro said...

om panda, ajarin ane boso inggris dunk? biar isa maen paid repiuw. wekekke

Odie said...

yah, emang saat ini masih diperlukan native speaker, soalnya speaker yang lokal lom kuat sih..hehehe

enhal said...

hehehehehe..tak kira speaker radio bung..hehehehehe
kabuuuuuuuuuuuuuuuuur ntar dijitak ama yang punya blog
Nice Posting and sukses terus bung

brigadista said...

komentar saya mungkin dua kata bro "butuh keseriusan"

cumie said...

sementara lom ada yang aktif, klo di sini om. untuk SMU saya kurang tau, katanya memang mulai aktif dan membawa effect yang cukup bagus, Sedangkan kami mahasiswa yang telah menggunakan tambahan camera menjadi live streaming, masih gak konek, sama bahasa mereka yg gak jelas wkkwkwkw.. tapi lumayan ceweknya cantik - cantik wkwk

Multama Nazri said...

selalu penuh dengan info...aku mampir sejenak

nono said...

Go International...

Nyante Aza Lae said...

trus maju bangsaku, dgn ttp waspada thd "doktrin" yg menyesatkan.

Mystery Shopper said...

i suppose we don't have to be worry bout native speaker being spreading out "certain ideologies"..

uk-links said...

You can use tap water links london but if you live in an area with links london jewellery really hard water, then you may use distilled links of london sale or bottled water.Before we go into the links of london silver how-tos, you need to gather some items first such discount links of london as an ironing board, an iron and a water links of london watch charm bottle that has water in itTo start ironing a shirt links of london friendship bracelets we will be starting with the front of the shirt. Slip the shirt onto the board links of london sweetie bracelet so that the left hand side of the shirt is facing up on the board and the rest of the discount links of london chains shirt is hanging off the back of the board. Imagine as though the ironing board is acting as though links of london pendants it is putting the shirt on by entering the left side of the shirt first.

Bahasa-Corner.com said...

Sekedar share info.

Jika kebetulan sekolah / kantor anda membutuhkan guru native speaker dari US/UK/Aussie/NZ untuk mengajar di sekolah/ kantor anda di Jakarta dan Bekasi, anda bisa menghubungi kami Bahasa Corner (PT Mustika TS) di email bahasacorner@yahoo.com atau web www.bahasa-corner.com dan bisa chat via sms/telpon/Whatsapp di 081316924518.

Terima kasih sebelumnya.

Post a Comment

..mana ada perlawanan tanpa keringat, mana bisa kemenangan tanpa semangat, mana ada keberhasilan dalam waktu singkat, jangan ada persaingan yang gak sehat..

REBUT!jangan di diamkan saja. REBUT! kejar dan jangan diam saja.

Peace Love Unity Respect

Thanks to Dicas Blogger I Panda since 31 Mei 2008 I Login

Kembali ke ATAS